BERITA TERKINIPOLITIKTRENDING

Jenderal Bintang Empat Prabowo Subianto Sebelum Menuju Istana

Nusaindo.com Menteri Pertahanan Prabowo Subianto resmi menerima kenaikan pangkat menjadi jenderal kehormatan bintang empat. Penghargaan itu langsung diserahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Pimpinan TNI/Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2).

Semula, Prabowo berpangkat Letnan Jenderal (Purn) atau bintang tiga. Kini, ia memiliki gelar atau pangkat baru Jenderal (Hor).

Prabowo telah memulai karier di dunia militer puluhan tahun silam.

Pria kelahiran 1951 itu mengawali karier militernya usai lulus dari Akademi Militer di Magelang tahun 1974. Prabowo kemudian bergabung dengan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda) yang merupakan pasukan elite Angkatan Darat yang menjadi cikal bakal Kopassus.

Ia mendapatkan tugas sebagai komandan pleton pada Grup I/Para Komando yang menjadi bagian dari pasukan operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Selanjutnya Prabowo menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Komando Pasukan Khusus pada tahun 1983.

Di tahun yang sama, Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, putri dari Presiden Soeharto, dan dikaruniai seorang anak bernama Ragowo Hediprasetyo alias Didiet.

Setelah menikah, karier militer Prabowo semakin moncer. Pada 1985, Prabowo naik jabatan menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328.

Kemudian pada 1991, Prabowo menjabat Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17. Pada puncaknya, Prabowo diangkat menjadi Danjen Kopassus dengan pangkat Mayor Jenderal pada 1995.

Pada tanggal 20 Maret 1998 Prabowo diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dengan pangkat Letnan Jenderal. Namun jabatan itu hanya diembannya selama dua bulan karena terseret kasus dugaan penculikan aktivis. Ia copot dari jabatannya dan digantikan Letnan Jenderal Johny Lumintang, yang saat itu menjabat Asisten Operasi Pangab.

Karier militer Prabowo di TNI selanjutnya resmi berakhir pada 24 Agustus 1998 lewat pengumuman langsung oleh Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata RI.

Video pemberhentian Prabowo dari ABRI terlihat dalam arsip di kanal YouTube AP Archive. Video itu menampilkan upacara pemberhentian Letjen Prabowo Subianto dari ABRI.

Surat pemberhentian Prabowo dari ABRI juga sempat beredar pada 2014, pada momen-momen Pemilu. Saat itu surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) bocor ke publik.

Detik memberitakan surat keputusan nomor KEP/03/VIII/1998/DKP itu. Dalam surat itu, Prabowo dinyatakan bersalah dalam sejumlah kebijakan selama di militer. Salah satu kasus yang diputus dalam surat itu adalah penculikan para aktivis tahun 1998.

DKP menyebut Prabowo memerintahkan anggota Satgas Mawar, Satgas Merpati, melalui Kolonel Inf Chairawan (Dan Grup-4) dan Mayor Inf Bambang Kristiono melakukan pengungkapan, penangkapan, dan penahanan aktivis.

Tindakan itu menimbulkan korban, yaitu Andi Arief, Aan Rusdianto, Mugiyanto, Nezar Patria, Haryanto Taslam, Rahardjo Waluyojati, Faisol Reza, Pius Lustrilanang, serta Desmond J. Mahesa.

Lepas dari militer Prabowo beralih ke dunia bisnis dan politik. Dia menjadi kader Golkar sebelum akhirnya mendirikan Partai Gerindra.

Tercatat Prabowo sudah empat kali ikut kontestasi Pilpres. Ia menjadi cawapres dari Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009. Kemudian menjadi capres berpasangan dengan Hatta Rajasa pada Pemilu 2014.

Prabowo kembali maju sebagai capres pada Pemilu 2019 berpasangan dengan Sandiaga Uno. Semua keikutsertaan itu berakhir dengan kekalahan.

Pada Pilpres 2024 Prabowo menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya. Dalam real count sementara KPU per hari ini, data masuk sekitar 77%, Prabowo-Gibran unggul dengan selisih jauh dari paslon lain Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button