TNI Terus Kejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Tembagapura

Nusaindo.com, Timika – TNI terus mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di area distrik Tembagapura, Papua. Dansatgas Terpadu Penanganan KKSB, Kolonel Infanteri Frits Pelamonia mengatakan perbuatan kelompok separatis bersenjata tersebut tidak dapat ditoleransi.

“Karena perbuatan mereka sudah di luar batas maka pimpinan kita perintahkan untuk kejar terus. Kita tetap mengejar mereka,” kata Frits di Timika, Sabtu 21 April 2018

Menurut dia, sudah dua hari ini TNI menguasai kampung Aroanop. Anggota masih berjaga-jaga dan berpatroli, antisipasi kelompok separatis bersenjata itu mendekat lagi sewaktu-waktu.

“Harapan kita, di Aroanop akan bangun pos dan anggota kita TNI dan Polri akan mengamankan di situ sehingga rasa takut dan tidak nyaman masyarakat hilang sehingga aktivitas berjalan seperti biasa,” ujar Frits seperti dilansir Antara.

 

1 dari 2 halaman

Aktivitas Warga, Kondusif

Menurut dia, aktivitas masyarakat di Kampung Aroanop sudah kondusif sejak Kamis 19 April 2018 berhasil direbut dan diduduki kembali oleh TNI. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa.

Ia berharap agar kelompok separatis bersenjata ini menghentikan tindakan kekerasan terhadap masyarakat seperti yang dilakukan di Aroanop dan beberapa kampung lain.

Tim pemukul TNI hingga Sabtu (21/4/2018) masih berjaga-jaga. TNI belum ada rencana untuk menarik kembali tim pemukul.

TNI Amankan Wilayah Aroanop dan Jagamin

Aparat TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) berhasil mengamankan Aroanop dan Jagamin di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, dari kejahatan kelompok bersenjata.

“Kampung Aroanop sudah aman dan terkendali dan kita dari TNI sudah menguasai dari pukul 05.30 WIT,” kata Komandan Satuan Tugas Terpadu Penanganan KKSB, Kolonel Infanteri Frits Pelamonia, di Timika, Kamis (19/4/2018), diwartakan Antara.

“Pasukan pemukul saya empat tim sudah menguasai dari ujung kampung dan kita sudah laksanakan pembersihan,” imbuhnya.

Aparat gabungan berhasil memukul mundur KKSB yang sempat menguasai kampung-kampung itu dari Kampung Banti di Distrik Tembagapura. Sebelumnya, anggota KKSB menganiaya sembilan guru SD Negeri Aroanop saat berada di kampung itu, pada Jumat, 13 April 2018.

“Masyarakat sudah kita kumpulkan dan saya memberikan arahan kepada mereka dan meyakinkan kepada mereka situasi di Aroanop yang terdiri dari enam kampung ini sudah bisa kita duduki dan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal,” kata Frits.

Frits menambahkan, pasukannya masih mengejar. Sebab, berdasarkan pantauan udara masih terlihat dua kelompok KKSB berkekuatan lima sampai enam dan 10 orang yang melarikan diri ke Jagamin.

Jagamin merupakan salah satu jalur kelompok separatis Papua itu untuk meloloskan diri. “Jadi tadi kita mengejar, tapi tujuan kita adalah mengevakuasi, sehingga kita mengamankan ketinggian-ketinggian yang berada di jalur evakuasi tersebut,” ujar Frits.

Ia mengatakan, kelompok bersenjata yang sempat masuk ke Aroanop merupakan KKSB pimpinan Joni Botak dan Sabinus Waker.

Related posts

Leave a Comment