Tengok Aksi Menteri Rini Bersih-Bersih Ciliwung Naik Perahu Karet

Nusaindo.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menggelar operasi bersih-bersih kali Ciliwung pada Minggu pagi. Aksi tersebut merupakan bagian dari perayaan ulang tahun Kementerian BUMN ke-20 dan ulang tahun beberapa perusahaan BUMN pada Maret hingga April.

Dari pantauan Nusaindo.com di lokasi, Minggu (8/4/2018), Menteri Rini hadir sekita pukul 07.00 pagi. Setelah sampai, ia kemudian memberi arahan di depan para undangan yang hadir serta menyerahkan secara simbolis bantuan.

 

Acara dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih bersama di kali Ciliwung.

Dengan menggunakan pelampung dan helm, Menteri Rini menaiki perahu karet bersama beberapa direktur utama Perusahaan BUMN di Rindam Jaya, Jakarta Timur.

Wanita kelahiran 9 Juni 1958 ini tampak antusias melakukan kegiatan bersih-bersih. Menteri Rini juga memegang jaring untuk mengambil sampah di bantaran sungai.

“Ayo semangat, kita bersih-bersih sungai dulu,” kata Menteri Rini.

 

1 dari 3 halaman

Bos BUMN Juga Ikut

Dalam perahu tersebut, Rini didampingi Direktur Utama BTN, Maryono, Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam, dan Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra.

Menteri BUMN dan rombongan mulai menaiki perahu sekitar pukul 07.20 WIB dan diperkirakan menyusuri Kali Ciliwung selama 2 jam hingga sekitar pukul 09.30 WIB. Panjang kali ciliwung yang dilewati rombongan adalah 11 kilometer.

2 dari 3 halaman

Bedah Rumah

Sebelum melakukan aksi bersih-bersih sungai, agenda Menteri Rini diawali dengan memberikan bantuan bedah rumah kepada pegawai Kementerian BUMN.

Pegawai yang diberi bantuan tersebut memiliki rumah yang terletak di Cikini, Jakarta Pusat

Cek Harga Beras

Sebelumnya, Rini melakukan pengecekan harga komoditas, termasuk harga beras yang didistribusikan BUMN seperti PT Pertani, di Pasar Rogojampi. “Harga beras Pertani di sini berapa?” tanya Rini kepada Intan, pemilik toko.

Intan menerangkan, harga beras Pertani Rp 9.250 per kilogram.

Di toko tersebut, Rini juga membeli roti dan keripik pisang khas Banyuwangi.

Rini lalu menyambangi beberapa pedagang di sepanjang pasar. Saat melewati pedagang jajan tradisional, Rini berhenti karena melihat ada lupis, jajanan yang terbuat dari beras ketan dengan taburan kelapa parut dan saus gula merah.

“Bu, saya pengen lupis. Ini jajanan favorit saya sejak kecil. Saya beli ya, Bu,” kata Rini sambil mencoba dua potong lupis.

Tidak hanya itu, Rini membeli jagung manis, tahu, dan cabai rawit. “Saya bawa ke Jakarta, mau saya masak,” kata Rini.

Rini menjelaskan, tujuannya turun ke pasar adalah mengecek harga beras yang dijual oleh BUMN Pertani yang dinstruksikan untuk menjual beras di bawah harga eceran tertinggi Rp9.450 per kilogram.

“Ini kita cek langsung. Alhamdulillah hasilnya sesuai yang diinstruksikan. Kami minta masyarakat mengawasi. Jangan nanti menterinya pergi, harganya naik,” kata Rini.

Related posts

Leave a Comment