Presiden Jokowi Resmikan Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau

Nusaindo.com Sumatera Barat- Akhirnya Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan tiba ke sumatera barat untuk melakukan kunjungan kerja, Senin, (21/5). Presiden Jokowi akan meresmikan pengoperasian transportasi kereta api (KA) Bandara Internasional Minangkabau Provinsi Sumatra Barat. Rute stasiun simpang haru padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Ini alasan Presiden Jokowi gencar bangun insfrastruktur dari Sabang sampai Merauke.
salah satu nya ke Sumatera Barat, Jokowi resmikan KA Bandara Minangkabau

Jokowi dengan  Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Provinsi Sumatra Barat  pada pukul 07.50 WIB. Akan tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman pukul 09.15 WIB.

“Presiden dan Ibu Iriana disambut Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal,” kata Nusaindo.com

Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bernama Minangkabau Ekspress mulai beroperasi pada 1 Mei 2018. Tiga hari pertama diberikan layanan gratis kepada masyarakat di kota padang, sumatera barat.
PT KAI menerapkan tarif resmi Rp 5.000 untuk Padang-Tabing, Padang-Duku dan Tabing-Duku. Kemudian tarif Rp 10.000 untuk Padang-BIM, Tabing-BIM dan Duku-BIM.

Masyarakat bisa memanfaatkan empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Padang, Tabing, Duku dan Stasiun BIM.
Satu trainset Kereta Minangkabau Ekspres terdiri dari empat kereta berkapasitas 393 penumpang duduk dan berdiri.

Jarak Waktu tempuh moda transportasi kereta api Minangkabau Ekspress baru ini lebih bisa diprediksi, karena jadwal keberangkatan dan kedatangan sudah terjadwal.

Rute BIM, Duku, Tabing, Padang selama 35 menit dengan frekuensi 10 kereta api per hari. Dari BIM paling pagi jam 7.40, 9.45, 12.10, 14.45, dan 17.55. Dari Padang ke BIM jam 6.15, 8.35, 11.10, 13.20, dan 16.20.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyebut bahwa keberadaan Kereta Api (KA) Bandar Udara Internasional Minangkabau dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan bermotor dari Padang dan sejumlah kota ke bandara.

“Pemerintah ingin memberikan angkutan massal alternatif bagi penumpang lanjutan pesawat pesawat, dengan menyiapkan kereta api yang aman, handal, cepat dan menghemat waktu,” kata Menhub Budi Karya seperti ditulis nusaindo.com, Senin (21/5).

Menurut menhub, pembangunan kereta itu merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kepada masyarakat dari dan ke bandara, mewujudkan integritas antarmoda angkutan publik sehingga tercipta prasarana dan sarana transportasi kereta nyaman.

Related posts

Leave a Comment