Polisi Masih Sisir Lokasi Ledakan Bom Gereja di Surabaya

Nusaindo.com, Surabaya – Bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi. Polisi masih memastikan lokasi dan bekas-bekas ledakan di tiga gereja, aman.

“Ada beberapa yang diduga bekas-bekas bom, akan dipastikan bahwa aman,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol M Iqbal, di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Saat ini, Kapolri masih meninjau lokasi kejadian. Iqbal mengatakan Kapolri ingin melihat langsung tempat kejadian perkara (TKP).

“Pak Kapolri ingin melihat langsung. Beliau memerintahkan agar segera ditangani, ada sejumlah tim yang diturunkan,” ujar Iqbal.

Berdasar data kepolisian hingga pukul 13.20 WIB, peristiwa bom bunuh diri ini menyebabkan 9 orang meninggal dan 40 lainnya luka-luka.

Nusaindo, Kupang – Seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur turut menjadi korban ledakan bom di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. Mahasiswa bernama Robertus V. Ditu ini menjadi korban bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel.

Informasi yang dihimpun, Robertus adalah Mahasiswa Fakultas Teknik/Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Mahasiswa asal Manggarai yang saat ini berada di semester VIII dan sedang menjalani tugas akhir.

 

Menurut dia, Robertus saat ini sedang menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) International Surabaya. Robertus harus menjalani operasi karena adanya luka-luka di sekujur tubuhnya. Luka-luka tersebut karena serpihan logam dari pecahan bom, pada lengan, paha, dan lehernya.

Sebelumnya, ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di Surabaya. Dalam waktu yang relatif singkat, ada tiga gereja yang menjadi korban serangan. Dimulai dari pukul 06.30 WIB, dan beberapa menit kemudian bom di gereja lain dilaporkan ikut meledak.

Tiga lokasi ledakan itu menurut data kepolisian, terjadi tepat di depan gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, GKI Diponegoro di jalan Raya Diponegoro, dan di Gereja Pantekosta di jalan Arjuno.

Ia mengkonfirmasi terjadi tiga ledakan bom di lokasi berbeda. Semua sasaran serangan bom merupakan gereja.

Ledakan terjadi dalam rentang waktu yang tidak lama. Menurut Barung, proses evakuasi masih dilakukan.

Polisi kini mengamankan wilayah di sekitar gereja-gereja tersebut. “Kita akan melakukan idenifikasi terhadap korban-korban,” ia memungkasi

Related posts

Leave a Comment