Polisi Klaim Sudah Sosialisasikan Penutupan Tiga Simpang Mampang

Nusaindo.com, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklaim sudah melakukan sosialisasi penutupan tiga simpang di sepanjang Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Polisi menggandeng Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta dalam menyosialisasikan penutupan tersebut.

“Ya sudah dimulai (sosialisasinya). Itu masih tahap sosialisasi. Jadi sekarang sosialisasi kemudian melibatkan camat, lurah, dan perwakilan masyarakat agar mereka tahu tujuan pentupan,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di Jakarta, Minggu (3/6/2018).

Menurut dia, keputusan untuk kembali melakukan penutupan tiga simpang Mampang, sudah melalui kajian dan evaluasi. Jika sosialisasi sudah dilakukan secara menyeluruh ke masyarakat, kepolisian tidak akan langsung menutupnya dengan beton.

“Ini targetnya sampai mereka betul-betul mengerti dan paham. Karena ini melibatkan semua loh ini,” kata Yusuf.

Dia berharap, dengan adanya sosialisasi itu, masyarakat mengetahui tentang rencana penutupan tersebut. Sehingga, mereka sudah tidak kaget ketika benar-benar dilakukan penutupan tiga simpang Mampang secara permanen.

“Kalau nanti sosialisasinya sudah dirasa cukup, nanti akan dilakukan kegiatan itu. Tapi itu pun secara bertahap, jadi tidak langsung dipasang beton. Nanti kita pasang traffic dulu, kita sosialisai sambil nutup, setelah masyarakat tahu semua baru ditutup,” ucap Yusuf.


Koordinasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali merencanakan uji coba penutupan tiga titik simpang di sepanjang Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Saat ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya sudah saling berkoordinasi.

“Koordinasi untuk memastikan apakah ini tepat waktunya kita lakukan (penutupan) secara serempak atau bergantian buka tutup. Ini sekarang yang lagi dikaji,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat 1 Juni 2018.

Penutupan Kurang Sosialisasi

Sebelumnya, penutupan persimpangan di Mampang, Jakarta Selatan telah dibuka kembali. Berdasarkan evaluasi, baik pihak kepolisian mengakui adanya kendala lantaran kurang memberikan sosialisasi ke masyarakat dan pengguna jalan.

“Dari hasil evaluasi kemarin, saya kasih warning ke tim-tim, itu sosialisasinya terlalu minim, itu saja. Maksudnya benar, tapi sosialisasi terlalu minim sehingga masyarakat banyak yang tidak tahu,” tutur Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf.

Menurut Yusuf, sejumlah kelompok masyarakat di Mampang juga terlewat dilibatkan dalam upaya sosialisasi tersebut. Seperti di antaranya dari perwakilan pihak kelurahan dan kecamatan.

“Nah itu saya belum tahu dilibatkan atau tidak,” jelas dia.

Related posts

Leave a Comment