Peningkatan Kendaraan Arus Balik di Tol Cipali Diprediksi H+4 Lebaran

Nusaindo.com, Jakarta – Peningkatan kendaraan arus balik di jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diprediksi terjadi pada empat hari setelah Lebaran 2018, atau Selasa 19 Juni. Catatan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator Tol Cipali, sejak Sabtu 16 Juni arus balik sudah mulai terlihat.

“Satu hari setelah Lebaran, arus balik mulai terlihat di beberapa titik. Ini sudah kami prediksikan sebelumnya, namun untuk peningkatan kendaraan arus balik akan terjadi di empat hari setelah Lebaran,” kata General Manajer Operasional PT LMS, Suyitno di Cirebon, Minggu (17/6/2018).

Menurutnya, peningkatan kendaraan arus balik pada Lebaran 2018 ini akan meningkat sebesar 15 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan kendaraan, LMS akan melakukan rekayasa lalu lintas.

“Kami juga akan membagikan peta dan buku kuliner agar pengendara terpapar informasi yang lengkap sebagai alternatif jalur yang bisa ditempuh di luar tol (Cipali),” tuturnya.

“Selain itu, dalam jam-jam tertentu, kami akan melakukan kegiatan contraflow/one way yang bertujuan mengurangi kepadatan jalur di beberapa titik,” lanjutnya.

 

1 dari 2 halaman

Melonjak 89,64 persen

Sementara itu untuk kendaraan yang melintas di Tol Cipali di GT Palimanan keluar dan masuk, pada Sabtu, 16 Juni 2018 pada shift 1 pukul 14.00 WIB sebanyak 31.765 unit kendaraan.

“Jumlah ini melonjak 89,64 persen dari hari Jumat 15 Juni priode sama yang mencapai 16.750 unit,” katanya seperti dilansir Antara.

“Rata-rata lalu lintas ke arah Jakarta 834 kendaraa per jam dan dari arah Jakarta 3.136 kendaraan per jam,” imbuh Suyitno.

Dia menambahkan, kendaraan sepanjang arus mudik 2018 dari sepuluh hari menjelang Lebaran sampai dengan hari satu hari setelah Lebaran di shift 1 sebanyak 743.485 kendaraan.

Jumlah itu menunjukan peningkatan 12,13 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 663.066 unit kendaraan.

44 Rumah Sakit di Sulut Disiagakan Layani Arus Balik Lebaran

Nusaindo.com, Jakarta Sebanyak 44 rumah sakit di Sulawesi Utara (Sulut) disiapkan untuk melayani arus balik pascalebaran.

“Puluhan rumah sakit yang siagakan ini terdiri dari rumah sakit TNI dan Polri, rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dokter Lydia Tulus di Manado, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 16 Juni 2018.

Selain rumah sakit, pemerintah provinsi berkoordinasi dengan kabupaten dan kota juga menyiagakan sebanyak 195 puskesmas.

“Fasilitas kesehatan pertama ataupun tingkat lanjut ini disiapkan selama mudik Lebaran dan arus balik, masyarakat bisa mengakses fasilitas-fasilitas kesehatan yang disiapkan itu,” ujarnya.

Dia menegaskan, pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan bagi masyarakat Sulut, akan tetapi bagi masyarakat yang berasal dari luar daerah yang hendak berhari raya.

“Banyak juga warga dari luar Sulut yang datang berwisata di daerah ini, mereka juga bisa mengakses fasilitas-fasilitas kesehatan yang disiapkan,” ujarnya.

Dia pun mengimbau, warga yang hendak kembali ke daerah asal untuk memanfaatkan informasi-informasi yang diberikan dinas kesehatan serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) melalui aplikasi “Mudik Lebaran”.

Dari aplikasi itu, masyarakat ataupun peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat dapat mengetahui fasilitas-fasilitas kesehatan yang disiapkan, termasuk di sepanjang jalan yang akan dilalui arus balik.

Related posts

Leave a Comment