Misteri Teror Buaya di Jakarta, Warga Grogol dan Sekitar cemas

Nusaindo, Jakarta – Buaya, binatang buas yang tak terpikir masih ada perairan Jakarta. Namun sore itu, anggapan tersebut buyar. Seekor buaya dengan panjang 3 meter muncul di Dermaga Pondok Dayung, pukul 17.30, Kamis 14 Juni 2018.

Tim gabungan pencari buaya akan dilakukan selama 7 hari, mulai 17 Juni 2018 lalu

Tim diturunkan untuk menyisir 4 titik wilayah pencarian sang buaya. Tim Damkar menyisir sepanjang daerah Ancol, selanjutnya ada tim Basarnas yang menyisir ke arah Kali Adem adem dari Marina Ancol.

Kemudian ada juga tim TNI AL yang menyisir ke dekat lokasi awal penemuan buaya, Pondok Dayung dan tim terakhir yaitu gabungan dari sejumlah tim kepolisian, seperti Polres, Satpol PP dan Polair yang menyisir ke sepanjang wilayah laut.

Mereka menyisir keempat wilayah pencarian itu dari pagi hingga sore pada setiap harinya selama 7 hari berturut-turut menggunakan 11 kapal.

Tim pencarian buaya juga melibatkan pawang buaya dari Taman Margasatwa Ragunan. Sebab, mereka dianggap lebih berpengalaman menghadapi hewan tersebut.

Belum juga ditemukan, warga di sekitar Kali Grogol dihebohkan oleh kemunculan kawanan buaya.

Beberapa ekor buaya terlihat oleh warga di Kali Grogol, tepatnya di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kemunculan buaya itu dibenarkan oleh Ajun Komisaris Besar Rensa Aktadivia selaku Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Rensa menjelaskan, seorang saksi yang melihat adalah Kepala Pos Polisi (Kapospol) bernama Johan Tambing. Dia menyaksikan kemunculan buaya itu sekitar pukul 08.30 WIB.

“Pak Johan Tambing lihat dan sempat rekam pakai handphone. Lokasi di depan Stasiun Kereta Api Grogol, di situ kali yang sudah dibeton,” kata Rensa kepadaNusaindo.com saat dihubungi, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

“Terus anggota cek sekitar jam 9,” ujar Rensa.

Dia mengatakan jumlah buaya yang diduga ada di Kali Grogol itu masih simpang siur. Menurut kesaksian Johan dan beberapa warga berbeda.

“Info sementara dari warga tiga ekor. Tapi yang dilihat Pak Johan tambing hanya 2 ekor,” ujar Rensa.

Terkait insiden ini, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Kami koordinasi dengan Damkar & BPBD, pihak Ragunan, dan SDAP untuk mencari buaya,” kata Rensa.

Kawanan buaya itu kembali muncul keesokan harinya.

Putar Otak

Tim gabungan bergerak cepat. Mereka memutar otak agar kawanan buaya ini segera tertangkap. Salah satunya dengan menaruh umpan ayam di berbagai sudut kali.

Sayangnya, usaha itu pun belum juga membuahkan hasil. Tak ada satu pun ayam yang dimakan oleh buaya tersebut.

Petugas bagian reptil dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Nasum Usuf mengatakan ada rencana untuk menyurutkan air sungai tersebut untuk menangkap buaya di Kali Grogol.

Rencana tersebut sudah dikoordinasikan antara Dinas Tata Air DKI Jakarta dengan BKSDA. Hal ini dilakukan guna mempermudah penangkapan buaya dengan kondisi air yang tidak terlalu banyak.

“Ya rencana memang mau ada kerja sama dengan tata air untuk membendung ini untuk sementara supaya buaya bisa muncul di permukaan,” kata Nasum.

Hal senada pun disampaikan Kepala Seksi Wilayah 2, BKSDA DKI Jakarta, Bambang Yudi. Dia mengaku sedang mencari cara agar dapat menyurutkan air Kali Grogol. Baik menggunakan pasir ataupun penyedotan oleh Pemadam Kebakaran.

“Kami sedang berpikir, apakah akan ditutup dengan karung pasir terus disedot airnya. Yah kita tunggu instruksi baru dari pimpinan kami, ini juga baru rencana, apalagi biaya juga besar,” tutur Bambang tentang buaya di Kali Grogol.

Kasi Sudin Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Barat, Rompis Romlih mengatakan, 24 personel yang sudah ahli dalam menangani hewan liar diturunkan untuk mencari kawanan buaya itu.

“Sampai saat ini sulit, soalnya agak dalam lumpurnya, jadi enggak keliatan. Damkar 24 orang dibagi dua regu, rescue yang sudah profesional,” ujar Rompis di Jakarta.

Menurut dia, sejak Rabu 27 Juni 2018, petugas sudah bolak-balik mencari buaya di Kali Grogol yang belum diketahui rimbanya. Bahkan, petugas juga menggunakan jaring, perahu karet sampai memancing buaya itu menggunakan umpan ayam.

“Namun, hal itu belum juga mengundang buaya yang ada di kali tersebut keluar ke permukaan air,” kata Rompis.

Related posts

Leave a Comment