Mau Mudik Lebaran? Hindari Waktu Ini Jika Tak Ingin Terjebak Macet

Nusaindo.com, Jakarta – Antusias pemudik pada hari raya Idul Fitri 2018 ini diprediksi makin meningkat. Selesainya pembangunan beberapa ruas tol di Jawa dianggap menjadi salah satu pemicunya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery Trisaputra mengatakan, para calon pemudik harus bisa memanfaatkan libur cuti panjang yang telah diberikan pihak pemerintah.

Menurut Hery, pemudik saat ini dituntut cerdas dalam memilih waktu. Apalagi jika melihat pengalaman tahun lalu.

“Ini kita harus cerdas juga ya memilah kapan waktu yang tepat untuk mudik. Kalau melihat libur bersama ini yang cukup panjang ya,” kata Hery dalam diskusi di Cikini dengan tema Mudik Asyik, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Hery menjelaskan, pihaknya sudah menganalisis dan memprediksi bahwa arus puncak mudik bisa terjadi pada tanggal 8 dan 9 Juni atau Sabtu pekan depan.

Sekitar 120 ribuan roda empat diprediksi akan melewati pintu tol Cikarang Utama. Meskipun semua gerbang tol dibuka, kata Hery, prediksi akan tetap terjadi penumpukan.

“Perkiraan ya di antara Jumat dan Sabtu tanggal 9 itu. Besarannya di Cikarang Utama kisaran 120 ribuan kendaraan yang lewat. Bisa dibayangkan kan itu,” jelas Hery.

 

1 dari 2 halaman

Arus Balik

Sementara untuk arus balik yang harus dihindari adalah Rabu tanggal 24 Juni. Hari itu diprediksi akan menjadi arus balik pemudik. Hery pun berpesan agar para pemudik betul-betul menghindari dan berpikir ulang jika akan kembali di hari tersebut.

“Untuk arus balik hari Rabu di akhir ya tanggal 24. Kalau besaran kendaraan yang lewat tok diprediksi hampir sama yaitu di angka 120 ribuan,” imbuh Hery.

Oleh karena itu Hery berpesan agar para calon pemudik memilih waktu yang tepat dan tidak tergesa-gesa ingin sampai di kampung halaman.

“Jadi diharapkan ya jangan memaksa harus hari ini harus sampai atau sambil monitor soal perkembangan arus. Itu akan sangat membantu,” Hery memungkasi.

Menteri Rini Pastikan Ketersediaan BBM Sambut Lebaran 2018

Menteri BUMN, Rini M. Soemarno meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Semarang Group, milik PT Pertamina (Persero) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (1/6/2018). Tinjauan langsung ini untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran 2018.

TBBM Semarang Group merupakan salah satu urat nadi penyuplai kebutuhan BBM di beberapa wilayah Jawa Tengah, seperti Kendal, Batang, Pekalongan, Semarang, Karimun Jawa, Demak, Kudus, Jepara, Pati, Grobogan dan Blora.

Untuk mengamankan pasokan BBM saat mudik Lebaran, Terminal BBM Pengapon menyiagakan 145 truk tanki BBM dengan total kapasitas 3.280 Kiloliter (KL) serta ditambah dengan empat unit Mobile Dispenser yaitu truk tangki BBM yang dilengkapi dengan dispenser sehingga bisa langsung mengisikan BBM ke kendaraan.

“Pemerintah terus mendorong dan memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung pendistribusian BBM selama Ramadan dan Idul Fitri 2018 dapat beroperasi maksimal, demi kenyamanan dan kelancaran pemudik,” ujar Rini di sela-sela kunjungannya ke TBBM Semarang Group.

“Terima kasih kepada Pertamina, dan kami akan terus memantau dan memastikan bahwa masyarakat dan pemudik dapat terlayani dengan baik,” tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, PLT Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyastuti mengatakan, salah satu tantangan dalam pendistribusian BBM di Jawa Tengah adalah peningkatan konsumsi BBM serta potensi kemacetan yang diproyeksikan terjadi di Exit Tol Gandulan –Pemalang, Krapyak -Semarang, serta Ngasem – Kartosuro.

Related posts

Leave a Comment