Ledakan Terjadi di Bangil Pasuruan, Bom?

Nusaindo.com Pasuruan – Sebuah ledakan menggegerkan warga di Kelurahan Pogar Kidul, Bangil, Jawa Timur pada Kamis, 5 Juli 2018 pukul 11.30 WIB. Ledakan tersebut membuat sebuah rumah kontrakan rusak.

Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, suara ledakan terdengar tiga kali dari dalam rumah milik Saprani yang dikontrak oleh sebuah keluarga.

“Saat ledakan pertama saksi mendatangi rumah tersebut dan langsung mengecek kedalam rumah. Saat berada di dalam rumah tersebut, saksi mencium bau mesiu dan karena takut akhirnya saksi keluar,” kata dia.

Menurut dia, saat itulah terjadi ledakan ketiga. “Saat warga menjauh dari rumah tersebut, orang yang tidak dikenal keluar dari dalam rumah sambil membawa tas ransel,” tambah Kapolres.

Usai ledakan, warga sempat mengejar seorang lelaki yang diduga penghuni rumah. Lelaki yang belum diketahui identitasnya tersebut lari dan lolos dari kejaran.

Saat ini petugas kepolisian masih mengejar lelaki tersebut yang membawa sebuah tas yang diduga berisi bom.

Diduga Berencana Melakukan Pengeboman, Diplomat Iran Ditangkap di Jerman

 Media massa di Jerman ramai-ramai melaporkan penangkapan seorang diplomat Iran oleh polisi di wilayah tenggara negara itu. Ia diduga terlibat rencana pengeboman terhadap sebuah acara yang digelar oleh kelompok oposisi Iran di Prancis.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Senin, 2 Juli 2018, surat kabar Bild mengidentifikasi diplomat Iranyang tertangkap itu sebagai Assadollah A, seorang pria berusia 47 tahun yang bekerja di Kedutaan Besar Iran di Wina, Austria.

Menurut laporan seorang wartawan yang berkantor di Berlin, sebagaimana dikutip dari VOA Indonesiapada Selasa (3/7/2018), beberapa petugas keamanan menghentikan mobil sewaan yang dikendarai oleh diplomat terkait, ketika melintas di jalan raya di negara bagian Bavaria pada Minggu malam, 1 Juli 2018, waktu setempat.

Wartawan itu mengatakan ada beberapa orang lain di dalam mobil, dan identitas mereka belum dikonfirmasi. Ditambahkan, polisi Jerman menduga diplomat itu memiliki bahan peledak di dalam mobil tersebut, tetapi tidak menemukannya.

Perintah penangkapan terhadap diplomat Iran itu berawal dari laporan otoritas di Belgia, yang mengatatakan telah mendapat konfirmasi dari sepasang suami istri asal Negeri Persia yang telah ditahan sebelumnya di Brusssels.

Pasangan suami istri asal Iran itu ditangkap karena kedapatan menyimpan 500 gram peledak rakitan TATP pada Sabtu, 30 Juni 2018, yang disertai dengan beberapa alat pendukungnya.

Related posts

Leave a Comment