Kim Jong-un akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat

Sebelumnya ada kabar di mana Korea utara akan berdamai dengan Korea selatan dan hal ini jelas membuat banyak pihak setuju akan hal tersebut. Korea Selatan dan juga korut sudah lama menjadi negara yang saling ingin menjatuhkan. Banyak kegiatan yang dilakukan korea selatan dengan korea utara yang menunjukkan kalau kedua negar itu akan berdamai.

Belum lagi sekarang ini di mana pemimpin korea utara akan bertemu dengan Donald Trump. Tetapi menurut pihak dari Amerika Serikat kalau hal ini dilakukan Korea utara agar terhindar dari sanksi ekonomi.

Belakangan Kim menunjukkan tanda-tanda bersedia menuruti permintaan AS untuk denuklirisasi atau pelucutan nuklir. Trump juga menyebut niat Kim itu sebagai sebuah ‘kemajuan’.

Namun langkah Kim itu membuat cemas AS, Jepang, dan China. Sebagian kalangan menilai dia hanya berusaha terlihat baik sebelum pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pekan ini dan sebetulnya tidak ada niatan untuk melucuti nuklirnya.

Perubahan mendadak dari sikap Kim ini membuat AS waspada. Baru empat bulan lalu Kim mengancam dia akan meluncurkan rudal nuklir ke AS dengan menekan tombol yang ada di meja kerjanya. Jadi apa yang diinginkan Kim sebenarnya?

Dilansir dari laman the New York Times, akhir pekan lalu, sejumlah pejabat di Washington menilai pemimpin Korut itu bermaksud mempertegas status negaranya sebagai negara nuklir sambil berusaha menghindari sanksi ekonomi.

Namun Trump sudah menegaskan dia tidak akan mencabut sanksi ekonomi jika Kim tidak melucuti nuklirnya.

Sepekan terakhir ini Trump mendukung upaya Kim yang akan menyepakati perdamaian dengan Korea Selatan dalam pertemuan bersama Moon Jae-in. kabar itu tentu akan mengakhiri konflik 68 tahun di Semenanjung Korea. Di kalangan internal Gedung Putih ada kekhawatiran Kim akan menggunakan janji perdamaian dengan Korsel untuk membuat negara itu menjauh dari AS dan akhirnya tidak akan memaksa dia lagi untuk melucuti nuklirnya.

Related posts

Leave a Comment