Keluarga Pemuda yang Hina Alquran di Facebook Berterima Kasih Anaknya Ditangkap

Nusaindo.com, Palembang – Penyelidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ario Febriansyah yang menghina Alquran di akun media sosial (medsos) Facebook terus berlanjut.

Warga Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan (Sumsel) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini ternyata merupakan lulusan diploma.

Tersangka ternyata merupakan lulusan Diploma-3 (D3) Keperawatan di salah satu Akademi Keperawatan (Akper) di Sumsel. Baru satu tahun ini, tersangka menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan (A.Md.Kep).

Unggahan penghinaan Alquran yang dilakukan tersangka di akun Facebook-nya pada hari Senin (15/6/2018) dini hari, langsung diketahui oleh pihak Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas.

Salah satu warganet melaporkan, unggahan tersangka ke akun Facebook Camat Nibung, Meizar Sukarda pada Senin pagi.

“Saya langsung komen di unggahannya ‘ini siapa?’. Tak lama kemudian Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas langsung menghubungi saya dan memberikan informasi tentang Ario Febriansyah,” ujarnya kepada Nusaindo.com, Jumat (22/6/2018).

Pihak Camat Nibung langsung berkoordinasi dengan Bupati Musi Rawas Hendra Gunawan dan Polsek Nibung. Bupati Musi Rawas meminta Camat Nibung untuk segera mengamankan Ario Febriansyah, agar masalah tindakan menghina Alquran tidak segera meluas.

Saat bertandang ke rumah tersangka di Blok C2 Desa Desa Srijaya Makmur Kecamatan Nibung, pihak Kecamatan Nibung ditemani Kepala Dusun (Kadus) dan anggota Polsek Nibung.

Dari pengakuan keluarga, sejak tamat kuliah tersangka bersikap aneh. Kemungkinan karena pergaulan yang salah, yang membuat perilaku anak pertama dari tiga bersaudara ini tidak seperti orang normal lainnya.

“Keluarga malah berterima kasih dengan kami, karena sudah mengamankan Ario Febriansyah. Mereka bahkan sudah menyerah mengurusi tindakan aneh anaknya,” katanya.

Para tetangga bahkan sering melihat tersangka yang menghina Alquran ini sering keluar malam, tanpa menggunakan baju dan sering bernyanyi sambil berkeliling kampung.

 

1 dari 2 halaman

Pernah Ancam Keluarga

Tersangka bahkan beberapa kali pernah mengancam akan menyakiti keluarganya, tanpa sebab yang jelas. Beruntungnya, tindakan aneh tersangka tidak pernah meresahkan dan mengganggu masyarakat sekitar.

Camat Nibung langsung mengajak komunikasi tersangka di dalam rumahnya. Ario Febriansyah juga tidak menunjukkan ekspresi apapun saat diamankan oleh pihak kepolisian pada Senin siang.

“Saat berada di dalam mobil, saya mengajukan sekitar sepuluh pertanyaan. Namun hanya lima pertanyaan yang dijawab dengan benar, selebihnya jawabannya seperti tidak masuk akal dan terkesan ngawur,” ujarnya.

Banyak yang berusaha mengintervensi pihak kecamatan, dengan mengatakan reaksi tersangka hanya sandiwara saja, untuk menghindari proses hukum. Namun pihak Camat Nibung tetap menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib.

“Bisa dibilang Ario Febriansyah diduga seperti ada gangguan kejiwaan saat berinteraksi dengannya, tapi kita tidak bisa menyimpulkannya. Biar kita serahkan pihak kepolisian dan tenaga medis yang ahli,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Comment