Fahri Protes Densus Gerebek Kampus Unri, Ini Jawaban Polri

Nusaindo.com, Jakarta – Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto menanggapi omongan Fahri Hamzah. Ini menyusul cuitan Wakil Ketua DPR tersebut di akun Twitternya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah memprotes terkait penggeledahan polisi di Universitas Riau

“Pak @jokowi, INI JANGAN DIBIARKAN, KALAU SENJATA LARAS PANJANG SUDAH MASUK KAMPUS, KITA TELAH KEMBALI KE ZAMAN BATU! Mungkin bapak tidak pernah menjadi aktifis. Maka bapak biarkan kejadian ini. Ini perang dengan mahasiswa !!” tulis Fahri.

Menanggapi itu, Setyo menjelaskan, penanganan kasus teroris berbeda dengan kasus kriminal lainnya.

“Rekan-rekan tadi melihat bomnya sudah siap. Prosedurnya kita ada tracking force. Satu kelompok yang memang prosedurnya dia bawa senjata panjang,” ujar dia.

Dalam standar prosedur operasi, pemberantasan terorisme disebutkan memang seperti itu.

“Kita SOP-nya bawa senjata panjang terus masuk dengan bawa tongkat polisi sementara bomnya sudah siap. Jadi ini aturannya sudah seperti itu,” ucap Setyo.

Setyo menegaskan kembali tidak ada aturan yang dilanggar. “Jadi rekan-rekan pahami penangkapan upaya paksa dalam kasus terorisme itu ada prosedurnya. Itu saja yang saya sampaikan,” tukas Setyo.

Alasan Fahri Dilarang Ceramah

Alasannya, Fahri dianggap sebagai salah satu tokoh yang kerap menuai pro dan kontra.

“Sebenarnya bukan melarang, beberapa waktu lalu kan sudah ditetapkan beberapa nama penceramah di masjid kampus, lalu ada beberapa masukan dari beberapa pihak, ini begini, begini, ada beberapa yang dirasa banyak pro kontra,” kata Iva saat dihubungi merdeka.com, Kamis (24/5/2018).

Iva mengatakan, UGM tak ingin ada kontroversi. Terlebih hal itu terjadi karena sebuah ceramah di masjid kampus. Oleh sebab itu, pihak kampus dan takmir memutuskan untuk mencoret nama Fahri Hamzah dari daftar penceramah.

Iva tak merinci indikator tokoh kontroversi yang disematkan kepada Fahri Hamzah. Namun, sekali lagi, dia menekankan, keputusan itu diambil atas diskusi antara pimpinan universitas dan takmir masjid.

“Awalnya dijadwalkan, ini kok ramai nih, akhirnya dievaluasi, daripada nanti menghasilkan pro kontra,” jelas dia.

Related posts

Leave a Comment