Bantu Polisi Atasi Terorisme, DPR dan TNI Sepakat Bentuk Koopsussgab

Nusaindo.com, Jakarta – Rapat Kerja Komisi I DPR bersama Panglima dan sejumlah Perwira Tinggi TNI, menyetujui dibentuknya Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsussgab) untuk penanganan tindak pidana terorisme. “Pada prinsipnya Komisi I DPR RI mendukung untuk pembentukan Koopsussgab TNI sebagai bentuk dan peran fungsi TNI, sesuai dengan amamah Undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004. Jadi Koopsussgab dibentuk dalam rangka menanggulangi aksi terorisme yang saat ini sedang terjadi,” ucap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di DPR RI, Jakarta, Kamis 24 Mei 2018.BACA JUGA Dia menuturkan, idealnya harus ada peraturan pemerintah (PP) sebagai turunan…

Read More

Suka Duka Intel Densus 88, Risiko Nyawa hingga Istri Minta Cerai

Nusaindo.com, Jakarta – Dalam institusi kepolisian, Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror bak pasukan elite. Tugasnya cukup krusial, yakni mengintai, mendeteksi, serta mendata potensi-potensi terorisme dan orang-orang yang diduga terpapar radikalisme. Salah satu bagian terberat dalam satuan khusus itu adalah tugas intelijen. Porsi intelijen dalam pemberantasan terorisme di dalam negeri cukup besar. Tak tanggung-tanggung, dari rangkaian penangkapan teroris, 75 persen merupakan peran intelijen.   Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan peran intelijen cukup krusial. “Untuk memastikan benar-benar teroris,” kata Setyo saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018. Menurut dia, intelijen Densus…

Read More

Perubahan Sikap Eko Pangkal Penangkapan Densus 88

Surabaya – Banyak perubahan dari diri Eko Budi Setiyono, terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kedungturi, Kedungdoro, Surabaya. Sosok sederhana itu menjadi lebih religius. Perubahan tersebut terjadi mulai dua tahun lalu. Eko keluar dari pekerjaannya sebagai cleaning service di Hotel Tunjungan, Surabaya.   Sejak saat itu pula, dia menjadi tertutup. Eko yang rajin ke masjid dan mengumandangkan azan, tak ada lagi. “Kebiasaannya hilang setelah dia keluar dari kerjaan dan menutup diri,” kata ketua RT tempat tinggal Eko, Ali Wafi seperti dilansir JawaPos. Warga cukup terkejut dengan penangkapan terduga teroris itu. Mereka tidak menyangka…

Read More

Ketika Pengusutan Kasus Terorisme Disoal karena Alquran

Nusaindo.com, Jakarta – Akun Twitter Wakil Ketua DPR Fadli Zon, berkicau pada Minggu (20 Mei 2018), jelang tengah hari. Ia nimbrung mengomentari isu yang sedang hangat beberapa hari terakhir. “Kontroversi Al Quran sebagai barang bukti tindak kejahatan terorisme harus dibahas secara serius,” tulisnya.   Setelah cuitan pertama, Fadli menggunggah 13 poin cuitan lain. Isinya masih bicara soal keberatannya Alquran dijadikan barang bukti dalam kasus tindak pidana korupsi. Fadli sempat menyinggung Pasal 39 KUHAP tentang kriteria barang yang dapat disita. Dalam Kultwit itu, ia meminta Polri berhati-hati dalam menetapkan alat bukti. Fadli juga mengutip putusan…

Read More

Sepekan Usai Ledakan Bom di 3 Gereja Surabaya

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo didampingi Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim dan Mayjend TNI Arif Rahman Pangdam V Brawijaya mengunjungi beberapa gereja untuk memastikan keamanan para jemaat yang melaksanakan ibadah, Minggu (20/5/2018), usai ledakan bom gereja, pekan lalu, 13 Mei 2018. Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo, memastikan kondisi masyarakat yang melaksanakan ibadah di gereja dan aktivitas ekonomi sudah berjalan normal pascateror bom gereja di Surabaya. “Di sini pemerintah, polisi dan TNI meyakinkan kepada masyarakat bahwa keamanan terkendali. Langkah ini juga ditindaklanjuti, kalau seperti perintah Presiden adalah memberantas sampai akar-akarnya. Jadi dicari dan…

Read More

Tim Gegana Periksa Benda Mirip Bom di Tol Sidoarjo

Nusaindo.com Pukul 13.15 WIB, beberapa personel Gegana terlihat menyiapkan kelengkapan untuk menjinakkan benda tersebut. Dari pantauan Nusaindo.com, Jumat (18/5/2018) ruas jalan tol baik dari intrance dan extranceditutup total. Penutupan ini karena tim Gegana akan memeriksa benda mirip bom tersebut. Warga yang berjubel, wartawan dan petugas yang mendekat lokasi, diimbau mundur radius 300 meter. “Tolong masyarakat menjauh dari titik lokasi demi keamanan,” kata Kabag Ops Polresta Sidoarjo, Kompol Edi Santoso Benda diduga mirip bom ditemukan di pintu masuk tol Sidoarjo, tepatnya di gate 7 oleh petugas tol. Penemuan petugas itu dilaporkan ke security bernama Munir…

Read More

Badan Siber dan Sandi Negara Petakan Jaringan Teroris di Setiap Daerah

Nusaindo.com, Jakarta – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi sedang memetakan jaringan teroris yang ada di daerah. Akan tetapi, Djoko enggan merinci proses identifikasi penyebaran konten yang dilakukan aktor terorisme. “Kalau peta, kan, memang harus kita buat sesegera mungkin, sehingga nanti masukan ke aparat keamanan bisa memgantisipasi. Kalau peta harus segera dibuat,” kata Djoko di kantornya, Jalan Harsono RM No 70, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).   Dia menjelaskan, pihaknya memiliki empat deputi. Dan empat deputi itu memiliki tugasnya masing-masing. Salah satunya bertugas untuk mengamankan jaringan teroris, baik…

Read More

HEADLINE: 5 Bom dalam 25 Jam, Kenapa Surabaya Jadi Sasaran?

Nusaindo.com, Jakarta – Iringan dua sepeda motor, jenis Supra dan Beat, melaju agak cepat menuju Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi. Begitu tiba di Gerbang Mapolrestabes, ledakan terjadi. Rekaman CCTV memperlihatkan beberapa orang yang berada di sekitar lokasi terpental. Serangan bom Mapolrestabes Surabaya pagi itu menjadi ledakan kelima yang terjadi di Surabaya dalam 25 jam. Sehari sebelumnya, empat ledakan lebih dulu terjadi. Tiga gereja menjadi sasaran plus satu unit rusunawa jadi lokasi perakitan bom yang gagal. Ledakan di Rusunawa di Wonocolo, Sidoarjo terjadi secara prematur, di tempat tinggal terduga teroris. Menurut Ali Fauzi, mantan…

Read More

Rekrutmen Jaringan Teroris di Indonesia Dilakukan secara Tatap Muka

Nusaindo, Jakarta – Jaringan teroris di Indonesia lebih memilih perekrutan secara langsung atau tatap muka (offline) daripada melalui media sosial (online). Media sosial hanya dimanfaatkan untuk menyebarkan paham radikalisme. Pengamat teroris Universitas Indonesia, Solahudin, mengatakan perekrutan jaringan teroris di Indonesia memang berbeda dengan di beberapa negara seperti di kawasan Eropa dan Malaysia yang lebih menggunakan jalur online.   “Di negara lain rekrutmen lewat media sosial. Di Eropa misalnya, orang yang enggak pernah ikut pengajian tiba-tiba hilang dan muncul di Suriah. Di Indonesia, radikalisasi betul lewat sosial media. Tapi untuk proses rekrutmen mayoritas lebih banyak terjadi secara offline,…

Read More

Tangis Haru Ibunda Nathan dan Evan, Bocah Korban Bom Surabaya

Nusaindo.com Suasana duka terasa jelas di Rumah Duka Adi Jasa, Surabaya, tempat jenazah Vincentius Evan Hudojo dan Nathanael Ethan Hudojo disemayamkan. Keduaya adalah kakak beradik korban aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi, 13 Mei 2018. Seperti ditayangkan Nusaindo, Rabu (16/5/2018), kesedihan memuncak ketika sang ibunda Wenny Angelina datang untuk buah hatinya. Tubuh Wenny lemas tak berdaya. Wanita yang juga menjadi korban bom ini bahkan harus tetap terbaring di atas emergency bed. Tangisnya pecah saat menuju ke ruang pendingin tempat jenazah kedua putranya berada. Sekitar 4 jam Wenny…

Read More