Wali Kota Tegal Nonaktif Siti Masitha Dituntut 7 Tahun Penjara

Nusaindo.com, Jakarta – Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Mashita Soeparno dituntut hukuman penjara selama tujuh tahun. Selain itu, Jaksa penuntut Umum KPK, Fitroh Rochcahyanto juga meminta majelis hakim mencabut hak politik Siti Masitha dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara.

Dilakukan pelimpahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka atas nama SMS (Siti Masitha Soeparno),” ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat 22 Desember 2017.

“Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana sesuai diatur dalam dakwaan pertama, Pasal 12 huruf B, Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah ke dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 KUHP,” kata Fitroh di hadapan ketua majelis hakim, Antonius Widjantono dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/4).

Menurut Jaksa, Siti Mashita menikmati suap sekitar Rp 500 juta. Sementara hal yang meringankan, Siti Masitha kooperatif saat persidangan. “Terdakwa juga mengakui dan menyesali perbuatannya,” ujarnya.

Selain Siti Mashita, persekongkolan tersebut juga melibatkan mantan ketua Partai NasDem Brebes, Amir Mirza Hutagalung. Dia juga menilai bahwa uang suap yang diberikan dari Cahyo supriyadi, Sugiyanto, Sri Murni dan Sadat Fariz melalui Amir Mirza ditujukan kepada terdakwa. “Terdakwa menyatakan bahwa Amir Mirza Hutagalung merupakan representasi dirinya sebagai Walikota Tegal,” tegas Fitroh.

Selain Siti, dalam kasus ini KPK menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, yakni Amir Mirza Hutagalung (AMH) mantan ketua DPD Partai Nasdem kota Brebes, dan Cahyo Supardi (CHY) Wakil Direktur RSUD Kardinah Tegal.

Wali Kota Tegal Siti Masitha dan Amir diduga sebagai penerima suap, sementara Cahyo diduga selaku pemberi suap.

Uang yang disita dalam operasi tangkap tangan tersebut sebesar Rp 300 juta, yakni Rp 200 juta dan Rp 100 dari rekening Amir.

Usai mendengar tuntutan jaksa, Siti Masitha menyatakan akan membuat pembelaan secara pribadi. Dia juga mengatakan, penasehat hukumnya akan mengajukan pembelaan. “Kami akan mengajukan pembelaan pribadi, yang mulia,” kata Siti Masitha.

Siti Masitha dan Amir Mirza Hutagalung diseret ke meja hijau lantaran diduga terlibat kasus suap Cahyo Supardi. Menurut dakwaan, Cahyo telah memberikan suap kepada Siti Masitha sejak 2016 hingga 2017. Total jumlah suap yang diterima oleh Siti Masitha mencapai sekitar Rp 7 miliar. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fitroh Rohchyanto, mendakwa Cahyo dengan dakwaan alternatif.

Reporter: Dian Ade Permana

Related posts

Leave a Comment