Barisan Pensiunan Jenderal di Partai Politik Ada Apa

Nusaindo.com, Jakarta – Sejumlah Jenderal TNI memilih terjun ke dunia politik setelah memasuki masa pensiun. Bahkan, beberapa di antaranya menduduki posisi ketua umum (ketum) partai politik.

Sebut saja Jenderal Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang kini menjadi Ketum Partai Demokrat. Sebelumnya, SBY bahkan terpilih menjadi Presiden ke-6 RI lewat partai tersebut.

Lalu, ada Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang menjadi Ketum Partai Gerindra. Di partai itu pensiunan jenderal lain seperti Mayjen (Purn) Yudi Magio Yusuf dan Laksdya (Purn) Moekhlas Sidik juga menempati posisi penting.

Nama lain yakni Jenderal (Purn) Abdullah Makhmud (AM) Hendropriyono. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu kini menempati kursi Ketum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Selain mereka, masih banyak pensiunan Jenderal TNI yang terlibat aktif di partai politik. Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:

1 dari 3 halaman

Hendropriyono Segera Mundur

AM Hendropriyono akan segera mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai PKPI. Dia pun berharap rekan-rekan purnawirawan militer yang berkecimpung di dunia politik juga bisa mengikuti jejaknya.

“Cepat-cepat menyadari kalau sudah banyak pengalaman mundur saja,” pesan Hendropriyono saat wawancara eksklusif dengan Nusaindo.com, Rabu 11 April 2018.

Menurut Hendropriyono, seharusnya seorang pensiunan tentara tetap menjadi pejuang dan tidak berkecimpung di politik praktis. Ia pun menyarankan agar rekan-rekan tentara purnawirawan segera menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan di parpol.

2 dari 3 halaman

Politikus Usia Senja

Hendropriyono menambahkan, sebaiknya para politikus yang memasuki usia senja menikmati masa pensiun dengan tenang. Apalagi jika sudah sering keluar masuk rumah sakit untuk pengobatan.

“Kalau usia sudah tua sudah sering masuk bengkel, artinya sudah bolak balik ke rumah sakit, ngapain maju lagi sebaiknya suruh orang lain,” katanya.

Ia juga tak lupa berpesan agar politikus di Indonesia ‘bercermin’ sebelum menghadapi pertarungan politik. Sebab, cara itu dinilai Hendropriyono sebagai upaya agar tetap mawas diri.

“Sering-sering bercermin kalau mau keluar rumah. Lihat diri kita ini masih pantas nggak? Mungkin pantas dulu, sekarang nggak pantas,” ucap Hendropriyono.

Related posts

Leave a Comment