Antusiasme Warga Tangerang Gunakan Moda Transportasi Massal

Nusaindo.com, Tangerang – Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman menyatakan, antusiasme warga Tangerang untuk menggunakan moda transportasi massal, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Tangerang, saat ini terus meningkat.

Sejak dioperasikan Desember 2016, ada 36 ribu penumpang yang menggunakan transportasi ini setiap bulannya (2017). Jumlah tersebut terus bertambah karena pelajar sudah memanfaatkan Trans Tangerang sebagai kendaraan umum yang aman dan nyaman.

Ada 10 unit bus Trans Tangerang yang beroperasi setiap harinya sejak pukul 05.30 WIB hingga 19.00 WIB,” ujar Saeful melalui pesan tertulis, Sabtu 7 April 2018.

Dengan hanya bertarif Rp 2 ribu, Trans Tangerang melayani sejumlah rute, yakni Poris Plawad – Jatiuwung dan kini sudah sampai Jatake. Ke depannya, akan ditambah empat koridor hingga mencapai Karawaci, Ciledug dan Cadas.

1 dari 2 halaman

Akan Terus Dikembangkan

“Rute perjalanan Trans Tangerang akan dikembangkan ke beberapa wilayah lagi dan sekarang sedang dalam proses persiapan dengan membuat halte di beberapa titik sehingga mudah dijangkau masyarakat,” paparnya.

Moda transportasi lainnya yang juga sedang dikembangkan adalah Transjabodetabek jurusan Kabon Nanas – Jakarta dan Palem Semi – Jakarta. Kedepannya akan dikembangkan untuk koridor Ciledug dan Daan Mogot.

Tak Berlakukan Pembatasan Angkutan Berat

Namun, khusus kebijakan pembatasan kendaraan angkutan berat yang menjadi bagian dari paket kebijakan di ruas tol Jakarta Cikampek, tidak diberlakukan pada ruas tol Jagorawi. Ini mengingat lalu lintas kendaraan angkutan berat di ruas tol Jagorawi tidak sepadat di ruas tol Jakarta Cikampek.

Berdasarkan kajian, kebijakan yang lebih tepat untuk diadopsi di ruas tol Jagorawi adalah pembuatan jalur khusus bus dan skema ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, karena volume kendaraan golongan III, IV dan V sangat kecil.
Jalur khusus bus yang dibuat akan memudahkan laju bus dari Bogor menuju DKI Jakarta. “Kita ingin masyarakat menggunakan angkutan umum menuju tempat kerjanya di Jakarta,” ujar Bambang Prihartono Kepala BPTJ.
Sementara itu hasil kajian dan analisis di ruas tol Jakarta Tangerang menunjukkan pemberlakuan skema ganjil genap bagi mobil penumpang pribadi, kemungkinan besar akan diberlakukan di Pintu Tol Kunciran 2 arah Jakarta dan Bitung 2 Arah Jakarta.
Kajian dan analis untuk ruas tol Jakarta- Tangerang masih terus berjalan untuk memastikan penerapan kebijakan pembatasan angkutan berat, penentuan lajur khusus angkutan bus, maupun pengembangan angkutan Bus Premium (JR Connection). Diharapkan dalam beberapa hari ke depan, seluruh hasil kajian dan analisis telah selesai dilaksanakan.

Related posts

Leave a Comment